Sunday, May 6, 2012



reemill.blogspot.com - Salah satu cara untuk merekatkan hubungan dengan pasangan adalah melalui aktivitas seksual. Pasangan akan merasa lebih intim satu sama lain melalui hubungan seks. Selain itu hubungan seks bermanfaat untuk kesehatan dan menjaga kebugaran.

Akan tetapi, para pecandu seks tidak menganggap demikian. Menurut mereka, aktivitas seks bukanlah persoalan keintiman lagi. Bagi pecandu seks, kegiatan seksual sudah tidak mengenal waktu dan keinginan lagi. Menurut data dari pakar seksolog, yang mengidap kecanduan seks berkisar 3 sampai 6 persen dari populasi penduduk. Umumnya didominasi oleh kaum pria.

Pakar Seksolog Dr. Patrick Carnes dari Arizona’s Meadows Treatment Center, Amerika Serikat mengungkapkan bahwa ada beberapa ciri khusus bagi para pecandu seks seperti berikut ini:

  1. Obsesi yang berlebihan

    Para pecandu seks hanya memikirkan seks semata sepanjang waktu yang dilaluinya. Seks selalu ada di pikiran mereka dan tidak fokus pada hal lain diluar itu. Obsesi mereka adalah kapan bisa melakukan seks lagi, apa yang bisa dilakukan untuk memperoleh seks, bagaimana agar pasangan mau melakukan seks dan sebagainya.
  2. Dorongan yang sangat kuat

    Pada umumnya seks seperti candu pada minuman alkohol dan narkoba, sulit untuk membendung hasrat aktivitas seksual. Mereka sepertinya kesulitan untuk mengontrol dan menghentikan keinginan seksualnya. Tidak sedikit yang sudah “kebelet” untuk melakukan seks malah melakukan tindakan yang berisiko, antara lain berselingkuh dan menyewa pekerja seks komersial (PSK). Padahal selingkuh dapat merusak hubungan rumah tangga dan menyewa PSK bisa terkena penyakit kelamin menular.

  3. Aktivitas seksnya terus berlangsung

    Pecandu seks pada awal mulanya hanya sebatas mencoba-coba atau sedikit melakukan yang pada ending nya terus berkelanjutan. Dan apabila kebutuhan seksualnya tidak terpenuhi oleh pasangan maka lama kelamaan akan mencari sumber lain untuk memuaskan hasrat seksualnya misalkan dengan menonton video porno, onani atau masturbasi bahkan ada yang nekat “berjualan” atau seks komersil.

  4. Menjadi obat

    Bagi pecandu seks, kegiatan seksual dapat membahagiakan dan mengatasi situasi yang sulit layaknya sebuah obat yang mujarab. Dengan aktivitas seksual, mereka serasa merasakan kenyamanan. Sebagian besar dari para pecandu seks lebih memprioritaskan melampiaskan hasrat seksnya meskipun dalam keadaan tidak terkendali. Walaupun dengan konsekuensi kehilangan pasangan dan pekerjaan apabila kepergok.

  5. Menutup diri terhadap aktivitas sosial

    Hubungan intim bagi pecandu seks adalah satu-satunya jalan agar mereka bahagia. Tidak jarang mereka menutup diri dari aktivitas sosial kemasyarakatan. Sehingga, jangan heran kalau pecandu seks jarang bergaul di lingkungan Anda, dan kerap mendapatkan masalah dalam pekerjaan mereka.
Jika Anda menemukan pada diri sendiri ataupun pasangan tanda-tanda seperti di atas sebaiknya segera mencari jalan keluar. Kecanduan seks bukannya tidak bisa disembuhkan tetapi bisa ditanggulangi secara sedikit-sedikit dengan bantuan para terapis profesional.

[source : Awe Winarso]

0 comments:

Post a Comment