Friday, May 4, 2012

reemill.blogspot.com - Tentu Anda masih ingat saat Tiger Woods (36) membuat dunia tercengang saat dia dikabarkan terlibat skandal seks dengan sejumlah wanita. Bukan itu saja, pegolf terbaik dunia itu juga disebut-sebut mengalami kecanduan seks.



Tidak hanya orang yang memiliki ketenaran dan kekayaan seperti Tiger Woods yang bisa mengalami kecanduan seks atau biasa disebut hiperseks. Martin Kafka dari Harvard Medical School mengatakan, siapa saja bisa menjadi hiperseks, termasuk wanita.

Menurut dr. M Nasser., SPKK., D.Law., ahli masalah seks di On Clinic Jakarta, pada umumnya seorang hiperseks bercinta tiga hingga empat kali dalam seminggu. “Tetapi tergantung banyak hal juga, misalnya seorang pria bisa bercinta berkali-kali di usia 20-an karena hormon testosteronnya melimpah. Atau wanita akan makin ‘panas’ menjelang usia 40-an. Atau pria makin genit ketika memasuki masa puber kedua di usia 30-40 tahunan. Itu bukanlah hiperseks,” ungkap dr. Nasser.

Psikiater dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Danardi Sosrosumihardjo., Sp.KJ. menjelaskan bahwa jika sedang bergairah dan tak bisa melampiaskannya, orang yang hiperseks akan kecewa, cemas, dan sedih. “Jadi mereka memang kesulitan menunda keinginan seksnya,” kata dr. Danardi.

Apa yang membuat seseorang bisa menjadi hiperseks? Menurut dr. Nasser, salah satu faktornya adalah genetika. Selain itu juga karena keseimbangan hormon, misalnya hormon testosteronnya berlimpah. Lingkungan dan kesempatan juga menjadi faktor sehingga seseorang menjadi hiperseks.

Menurut dr. Danardi, mereka yang hiperseks sangat sulit menyembuhkan dirinya sendiri. Dia juga mengatakan bahwa hiperseks bukan hanya membahayakan orang lain, tapi juga dirinya sendiri. “Mereka butuh bantuan. Biasanya kami akan memberikan obat antidepresan untuk mengatasi depresinya, dan major tranquillizers untuk mengendalikan keinginan seksualnya,” kata dr. Danardi.

[source]

0 comments:

Post a Comment